|
|
Minggu, 17 Agustus 2025 Khotbah GKP Minggu, 17 Agustus 2025 - Taklukkan Egomu - Lukas 12:49-59#tag: 1. Ego adalah musuh damai, 2. Yesus datang untuk membakar ego kita, 3. Ciri-ciri orang yang masih dikuasai ego, 4. Cara menaklukkan ego, Lukas 12:49-59 Yesus membawa pemisahan 12:49 "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! 12:50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! 12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. 12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. 12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya." Menilai zaman 12:54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. 12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. 12:56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? 12:57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? 12:58 Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. 12:59 Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas." Penjelasan: Shalom, Bapak/Ibu sadayana! Orang Sunda biasanya terkenal dengan kelembutannya, ramah, dan suka bilang “punten”. Tapi, sehalus-halusnya orang Sunda, kalau egonya keluar… hadeuh, bisa lebih galak daripada cabe rawit. Yesus dalam Lukas 12:49-59 bicara soal api, perpecahan, dan keputusan. Ayat ini sebetulnya mau menegur kita bahwa iman yang sejati itu harus menaklukkan ego. Karena kalau tidak, kita akan kehilangan damai dengan orang lain bahkan dengan Tuhan sendiri. 1. Ego adalah musuh damai Yesus berkata bahwa Ia datang bukan membawa damai dalam arti palsu, tapi kebenaran yang sering kali memisahkan. Kenapa? Karena ego manusia itu besar. Contoh sederhana: Di jalan, ada motor nyalip tanpa lihat spion. Ego langsung berkata: “Wah, bales ah!” Di rumah, istri minta tolong buang sampah, suami jawab: “Kenapa harus saya terus?!” Ego lagi berbicara. Padahal, masalah sepele bisa jadi besar hanya karena ego. Ego itu ibarat micin: sedikit saja bikin hidup jadi “gurih” pertengkaran. 2. Yesus datang untuk membakar ego kita Yesus berkata: “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi.” Api ini bukan api yang bikin gosong, tapi api Roh Kudus yang memurnikan hati kita. Kalau emas dibakar, kotorannya keluar dan emasnya makin murni. Sama juga, kalau ego kita dibakar oleh kasih Yesus, yang keluar adalah kesombongan, keras kepala, dan mau menang sendiri. Yang tinggal hanyalah kerendahan hati. Ego kita memang keras, apalagi kalau lagi marah. Tapi kalau Yesus yang pegang, ego bisa luluh. 3. Ciri-ciri orang yang masih dikuasai ego Mari kita bercermin: apakah kita masih dikuasai ego? Suka menang sendiri - kalau rapat RT, kalau pendapatnya tidak dipakai, langsung manyun. Tidak mau mengaku salah - pokoknya yang salah itu orang lain, kita mah selalu benar. Tidak mau berbagi - kalau ada kotak kue, maunya satu kotak buat sendiri, orang lain cukup dapat brosurnya saja. Kalau kita merasa mirip seperti itu, berarti ego kita masih kuat. 4. Cara menaklukkan ego a. Belajar berkata “saya salah, maaf” Kata “punten” atau “maaf” itu pendek, tapi bisa meredakan api pertengkaran. b. Latih kerendahan hati Jangan hanya mau pelayanan yang kelihatan. Kadang Tuhan juga ingin kita melayani dengan diam-diam, bahkan jadi tukang beres-beres. c. Ingat pengadilan Allah Yesus menegur: kenapa kalian bisa menilai cuaca, tapi tidak bisa menilai apa yang benar di depan Tuhan? Nanti pada akhirnya kita akan ditagih tanggung jawab. Jadi lebih baik ego kita ditundukkan sekarang, daripada menyesal nanti. 5. Humor Ada seorang bapak yang keras kepala, setiap kali ribut dengan istrinya selalu bilang: “Pokoknya yang benar itu saya!” Suatu pagi, istrinya masak sayur asem, tapi asin sekali. Bapaknya protes: “Ini kenapa asin sekali?” Istrinya jawab: “Supaya bapak ingat, jangan hanya merasa benar sendiri, tapi coba juga ‘merasakan’ yang lain.” Hehe… kadang Tuhan pun menegur kita dengan cara lucu, supaya kita sadar bahwa ego bikin kita tidak peka pada orang lain. Penutup Yesus berkata: “Mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar?” (ay. 57). Hari ini kita diajak untuk mengambil keputusan: apakah kita mau terus dituntun oleh ego, atau kita mau dituntun oleh Yesus? Kalau ego ditaklukkan, hidup rumah tangga jadi damai, persahabatan jadi indah, dan pelayanan jadi berkat. Mari kita taklukkan ego, supaya yang bersinar bukan diri kita, tapi Kristus di dalam kita. Amin.
Daftar Label dari Kategori Renungan GKP 2025 | NEXT: Khotbah GKP Minggu, 24 Agustus 2025 - DILEPASKAN DARI IKATAN YANG MEMBELENGGU - Lukas 13:10-17 PREV: Khotbah GKP Minggu, 13 Juli 2025 - MENGASIHI TUHAN DAN HIDUP MENURUT JALANNYA - Ulangan 30:15-20 | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |