gkp.lagu-gereja.com

Renungan GKP 2022
Rabu, 5 JANUARI 2022
Renungan GKP Rabu, 5 JANUARI 2022 - KEKAYAAN HIKMAT DAN PENGERTIAN - EFESUS 1: 3-14
#tag:

Rabu, 5 JANUARI 2022
EFESUS 1: 3-14
KEKAYAAN HIKMAT DAN
PENGERTIAN

PENJELASAN BAHAN
Dalam Efesus 1: 4, dituliskan demikian “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Rasul Paulus menyatakan bahwa Allah lebih dahulu memilihmanusia. Allah memilih manusia secara cuma-cuma tanpa ukuran apapun.Rasul Paulus memuji Allah secara berkali-kali (ayat 1, 6, 12, 14), karena kasih karunia yang telah dilimpahkan kepada umat-Nya. Kasih karunia berarti sebuah pemberian bukan hasil usaha manusia dan bukan juga sebagai imbalan. Kasih karunia merupakan inisiatif kehendak Allah untuk memberkati manusia.

Kasih karunia pemilihan Allah adalah agar umat-Nya berbeda dari dunia. Perbedaan yang dimaksudkan bukan mengasingkan diri dari dunia melainkan supaya perilaku hidup berbeda dengan kebiasaan duniawi. Ada istilah tidak bercacat dalam ayat 4. Istilah tidak bercacatmerupakan terjemahan dari kata amomosdalam bahasa Yunani. Kata ini berkaitan dengan korban persembahan. Sebelum binatang dikorbankan harus diperiksa terlebih dahulu. Jika didapati satu cacat maka binatang itu tidak layak dijadikan sebagai korban persembahan bagi Allah. Dengan demikian, umat-Nya dipilih untuk disiapkan menjadipribadi agar tak bercacat dosa karena mengikuti kebiasaan duniawi.

Dahulu umat berada di bawah kuasa dosa dunia namun Yesus Kristus mengangkat manusia keluar dari kuasa tersebut dan menempatkan menjadi anak-anak-Nya. Yesus Kristus menghapus perhambaan dosa yang membelenggu manusia. Oleh karena manusia tidak berkuasa untuk dapat membebaskan dirinya sendiri dari perhambaan dosa. Manusiamembutuhkan pembebasan melalui pengampunan kasih Allah.

Judul perikop Efesus 1: 3-14 yakni kekayaan orang-orang yang terpilih. Umat mendapatkan segala berkat rohani sorgawi (ayat 3), di antaranya Allah yang telah memilih manusia, yang telah mengampuni melalui Yesus Kristus danyangmelimpahkan segala hikmat dan pengertian.Dalam Efesus 1: 8b dituliskan demikian “yang dilimpahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian”. Hikmat dan pengertian merupakan terjemahan dari bahasa Yunani yaitu sophia dan phronesis. Sophia mengandung arti akal budi untuk memberi jawaban tentang pertanyaan dalam hidup ini. Phronesis mengandung arti pengetahuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hikmat dan pengertian berguna untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari manusia. Semua berkat sorgawi diberikan dari Allah supaya umat dapat menjalani hidup sesuai dengan firman-Nya. Alangkah mulianya rencana dan maksud Allah serta segala sesuatu yang sudah disiapkan dan dikerjakan-Nya bagi umat. Kita mesti meyakini bahwa Allah sungguh-sungguh dengan kasih karunia yang sudah dirancang-Nya supaya umat hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Melalui perikop ini, kita disadarkan untuk mengubah cara pandang dalam memahami berkat kekayaan dari Allah. Kepada umat-Nya, Allah memberikan kekayaan yang tak ternilai harganya dan sungguh berharga. BerkatAllahtidak hanya sebatas materi yang lahiriah namun ternyata Allah memberikan berkat yang prinsip dan sejati meski tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Berikut ini ada sebuah kisah tentang seorang ibu mempunyai empat orang anak. Ketiga anaknya bekerja sebagai karyawan kantor sementara satu anaknya bekerja sebagai tukang ojek online. Suatu waktu anak yang bekerja sebagai tukang ojek online bertanya kepada ibunya tentang saudaranya apakah sudah diterima kerja atau belum. Ibunya pun menjawab sudah. Ia lantas membandingkan saudaranya dan dirinya, katanya “Berarti hanya saya yang kerja jadi tukang ojek” Ibunya pun kemudian memberi jawaban yang mengharukan “Kerja di kantoran atau di jalanan sama saja, yang penting pulang jangan bawa masalah,semangat!”

Di tengah dunia yang serba materialistis, orang tua bisa terjebak untuk membandingkan nasib anak-anaknya tanpa memperhatikan perasaan mereka. Akan tetapi melalui jawaban sang ibu menunjukkan hikmat dan pengertian yang dalam. Ia tidak hanya menyemangati anaknya supaya tidak rendah diri tetapi memberi pelajaran bahwa yang penting bukantentang status pekerjaan melainkan sikap perilaku diri supaya tidak menjadi sumber masalah. Agar sampai kepada pemikiran tersebut maka diperlukan kekayaan hikmat dan pengertian. Jika memilikinya maka akan membuat mata dalam melihat, telinga dalam mendengar, mulut dalam bertutur serta perilaku dalam bertindak menjadi bijaksana.

Mari kita merespons atas semua kasih karunia Allah melalui tindakan yang berhikmat dan berpengertian. Menerima kasih karunia-Nya bukan hanya sebatas dalam pikiran tetapi dalam wujud ucapan dan tingkah laku nyata yang sesuai dengan kehendak-Nya. Berkat sorgawi memampukan setiap umat untuk berkelakuan hidup sesuai dengan firman Allah. Seperti kisah ibu tersebut, berkat hikmat dan pengertian yang dimilikinya telah membuatnya menjadi pribadi yang baik dan manusiawi. Akhirnya ucapannya memberkati hidup anaknya yang sedang rendah diri.Kiranya kasih karunia-Nya senantiasa hadir dan dinyatakan dalam hidup kita.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Menurut Saudara, apakepentingan Rasul Paulus menegaskan tentang gagasan inisiatif Allah yang lebih dulu memilih manusia?
2. Menurut Saudara, seberapa berguna hikmat dan pengertian yang telah dilimpahkan Allah untuk hidup manusia?
(JST)






Daftar Label dari Kategori Renungan GKP 2022





NEXT:
Renungan GKP Minggu, 16 JANUARI 2022 - TIDAK TAKUT DIUTUS KARENA TUHAN BESERTA - Yesaya 43:1-7 - MINGGU I SESUDAH EPIFANIA



Arsip Renungan GKP 2022..

Register   Login