gkp.lagu-gereja.com

Renungan GKP 2022
Minggu, 3 JULI 2022
Renungan GKP Minggu, 3 JULI 2022 - Tak Terduga Pemulihan-Nya - 2 Raja-raja 5:1-14 - MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
#tag:

MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 3 JULI 2022
Pembacaan Alkitab : 2 Raja-raja 5:1-14
Nas Pembimbing : 2 Raja-raja 5: 13-14
Mazmur 66:1-12
Pokok Pikiran Bertolong-tolonganlah!
Nyanyian Tema PKJ 282

Pokok Doa:
1. Pelaksanaan Sidang Sinode XXIX GKPTahun 2022 (tanggal 12-15 Juli)
2. Proses pemilihan anggota Majelis Sinode, Penasihat Majelis Sinode dan Pengawas Perbendaharaan Sinode GKP periode tahun 2022-2027
3. Anggota Jemaat yang berprofesi sebagai anggota POLRI (Hari Bhayangkara 1 Juli)
Warna Liturgis Hijau

2 Raja-raja 5:1-14
5:1 Naaman panglima perang nagara Siria. Ku raja kacida diasihna jeung dihormatna, sabab ku lantaran Naaman, PANGERAN ngersakeun balad Siria saban perang meunang bae. Naaman memang panglima digjaya, hanjakal kagungan kasawat lepra.
5:2 Hiji mangsa waktu anjeunna nempuh ka Israil, balad Siria balikna mawa hiji budak awewe urang Israil, tuluy sina lalanjang di geureuha Naaman.
5:3 Dina hiji poe eta budak unjukan ka juragan istri Naaman, pokna, "Juragan pameget teh upami nepangan ka nabi di Samaria mah tangtos kasawatna damang."
5:4 Sanggeus kadangu ku Naaman, anjeunna marek ka raja ngunjukkeun pihatur eta budak.
5:5 Timbalan raja, "Tepungan atuh raja Israil, ku kami dibahanan surat." Naaman jengkar bari cacandakan, uang perak tilu puluh rebu, uang emas genep rebu, jeung panganggo sapuluh pangadeg.
5:6 Surat ti raja Siria eusina kieu, "Satampina ieu surat kaula hatur uninga, mugi ieu panglima kaula, Naaman, dipangnyageurkeun kasakitna."
5:7 Satamatna maos surat, raja Israil nyosoeh anggoanana sarta saurna, "Naha raja Siria nitah kami nyageurkeun ieu jelema? Na kami teh Allah, kawasa ngahirupkeun jeung maehkeun? Ieu mah nyieun jalan sangkan bentrok jeung kami!"
5:8 Kadangu wartana ka Nabi Elisa, seug anjeunna ngintun saur, "Ku naon sang raja rentag manah? Kintunkeun jalmina ka kaula sina terangeun di Israil aya nabi!"
5:9 Naaman angkat kana kareta kudana, reg liren payuneun buruan bumi Nabi Elisa.
5:10 Elisa miwarangan gandek mopoyanan ka Naaman yen kudu siram di Walungan Yordan tujuh kali, tangtu kasawatna bakal damang.
5:11 Naaman jadi bendu, saurna, "Hih, panyana teh manehna rek nepungan, seug sasambat ka PANGERAN, Allahna bari ngusap kasakit kami sangkan cageur!
5:12 Jeung deui, naha ari walungan di Damsik, Abana jeung Parpar lain leuwih alus ti batan nu aya di Israil? Mending mandi di walungan urang, moal teu cageur!"
5:13 Ponggawa-ponggawana arunjukan, "Juragan, upami eta nabi miwarang anu sesah tangtos ku Juragan dilakonan, sanes? Dupi ieu mung miwarang siram lajeng damang!"
5:14 Naaman tumut, tuluy ancrub ka Walungan Yordan, teuleum tujuh kali sakumaha pituduh Elisa. Les kasawatna leungit, kulitna pulih deui kawas kulit budak leutik.

Naaman disembuhkan
5:1 Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. 5:2 Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. 5:3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya." 5:4 Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu." 5:5 Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. 5:6 Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya." 5:7 Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku." 5:8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." 5:9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." 5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 5:12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. 5:13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." 5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Tak Terduga Pemulihan-Nya

PENDAHULUAN
Charles Plumb adalah seorang pilot jet tempur Angkatan Laut Amerika Serikat yang bertugas semasa Perang Vietnam. Setelah 75 misi tempurnya, akhirnya pesawatnya tertembak. Oleh karena itu, Plumb harus keluar dari pesawat dan terjun ke tangan musuh. Dia ditangkap dan menghabiskan 6 tahun di penjara komunis Vietnam. Setelah keluar dari penjara, suatu hari Plumb dan istrinya sedang duduk di sebuah restoran. Kemudian ada seorang pria di meja lain datang dan berkata, “Kamu Plumb bukan? Kamu yang menerbangkan pesawat jet tempur di Vietnam. Kamu juga yang ditembak jatuh!” Tegas pria tersebut. “Bagaimana kamu tahu itu?” tanya Plumb. "Akulah yang melipat parasutmu," jawab pria itu. Plumb tersentak kaget dan berterima kasih. Pria itu menjabat tangannya dan berkata, “Saya rasa, saya berhasil melipat parasutmu dengan tepat!” Plumb meyakinkannya, “Memang benar. Jika tidak berfungsi dengan baik tentu saya tidak akan berada di sini.”

Berdasarkan kisah nyata ini, kita dapat memahami bahwa terkadang pertolongan datang dari hal yang tidak terduga, dari orang yang tidak dikenal, dari sesuatu yang tampaknya tidak berarti. Seperti pelipat parasut yang tampaknya bukan pekerjaan yang berarti, namun mereka yang berperan penting. Bayangkan jika para pelipat parasut tidak menjalankan tugasnya dengan tepat, maka tentu Plumb yang tidak selamat. Begitu juga dalam kehidupan manusia, terkadang pertolongan sederhana tidak kita sadari, padahal itu punya peran penting. Terkadang tampak luar sederhana, namun di dalamnya memiliki makna yang besar yang mampu memberikan pengajaran. Hal ini juga tampak pada pembacaan 2 Raja-raja 5: 1-14, sesuatu yang tampak sederhana, justru menolong dan memulihkan hidup Naaman.

PENJELASAN BAHAN
Naaman adalah panglima raja Aram. Seorang yang sangat terhormat dan dicintai tuan dan para hambanya. Arti nama Naaman adalah “kesenangan” “keramahan.” . Dia pernah menjadi perpanjangan tangan Tuhan, bahkan dapat dikatakan bahwa dia sukses dalam segala hal. Akan tetapi, dia menderita sakit kusta. Sakit kusta pada zaman itu adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh para tabib, yang dapat menyembuhkannya adalah para imam. Penyakit kusta dikaitkan dengan penyakit kutuk, penyakit najis. Bahkan, pada zaman itu penyakit dikaitkan erat dengan adanya dosa dari penderitanya. Dalam Imamat 13: 46 juga dikatakan orang kusta akan tinggal di luar perkemahan, karena mereka dipandang najis.

Seorang gadis muda yang adalah tawanan yang dipekerjakan sebagai pelayan oleh istri Naaman, mengetahui bahwa tuannya mengalami sakit kusta. Dengan ketulusan dan keberanian hatinya, ia memberitakan bahwa ada seorang nabi yang menyatakan banyak mukjizat. Nabi itu adalah nabi Elisa. Gadis pelayan ini sebetulnya tidak tahu benar apakah nabi Elisa pernah menyembuhkan seseorang yang sakit kusta atau tidak. Akan tetapi, dia beriman dan percaya bahwa di dalam nama Tuhan, melalui nabi Elisa, tuannya dapat memperoleh pemulihan. Oleh karena itu, istri Naaman yang mendengar perkataan gadis pelayan tersebut, akhirnya memberitahukan kabar tersebut kepada suaminya, Naaman. Naaman mempercayai perkataan istrinya, kemudian ia menyampaikan kabar ini kepada rajanya, yaitu raja Aram (ayat 4). Demi menolong panglima yang telah banyak berjasa itu, raja Aram membuatkan surat permohonan kepada raja Israel, sambil membawa hadiah sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian (ayat 5), yaitu jumlahnya setara dengan 340 Kg perak dan 70 Kg emas, serta 10 pasang pakaian.

Isi surat yang dibawa Naaman berisi permohonan raja Aram untuk dapat memulihkan penyakit kusta panglimanya itu. Setelah membaca surat tersebut, raja Israel mengoyakkan pakaiannya sebagai tanda keputusasaannya. Sebab ia tidak tahu bahwa ada seorang nabi yang dapat menolong Naaman. Nabi Elisa yang mendengar kabar bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya tersebut, maka ia mengirimkan surat kepada raja tersebut, supaya ia dapat mengirim Naaman untuk datang kepadanya. Kemudian, dengan menunggangi kuda, yang melambangkan tingginya martabat seseorang, datanglah Naaman bersama rombongannya ke tempat kediaman nabi Elisa.

Setelah mereka sampai di depan pintu kediaman nabi Elisa, nabi Elisa tidak merasa perlu untuk berbicara secara langsung dengan Naaman. Ia hanya memerintahkan suruhannya untuk berbicara dan menyampaikan pesan darinya. Tentu saja, Naaman yang tidak disambut secara langsung oleh nabi Elisa, membuat hatinya geram. Dia merasa memiliki martabat yang tinggi, namun tidak diperlakukan dengan semestinya. Nabi Elisa memiliki tujuan khusus di balik caranya memperlakukan Naaman saat itu. Harga diri Naaman tampak dijatuhkan. Akan tetapi, ia hendak diajarkan untuk merendahkan hati.

Jadi, Nabi Elisa tidak keluar dari tempat kediamannya. Dia hanya mengirim seorang utusan untuk berbicara kepada Naaman. Ia menyampaikan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir (ayat 10)." Pesan yang disampaikan utusan dari nabi Elisa ini berbentuk pesan perintah. Naaman yang adalah seorang panglima terhormat, sangat dimungkinkan bahwa dirinya terbiasa untuk memerintah, namun saat ini justru dirinyalah yang diperintah. Bahkan, dia diperintah oleh seorang utusan dari nabi Elisa, yang tentu saja tingkat sosialnya lebih rendah dari Naaman. Naaman juga tidak menyangka bahwa dirinya harus mandi di sungai Yordan. Sungai Yordan bukanlah sungai yang jernih airnya dibandingkan dengan sungai-sungai lain di daerah Israel. Sungai Yordan adalah sungai yang berlumpur. Dia memiliki ekspektasi atau perkiraan pribadi, bahwa dirinya akan dipulihkan melalui prosesi penumpangan tangan atau seremonial pengorbanan tertentu.

Akan tetapi, tidak demikian. Proses pemulihan yang ditunjukkan nabi Elisa kepada Naaman, semata-mata bukan hanya untuk memulihkan keadaan fisik/tubuh Naaman. Akan tetapi, lebih dari itu, pemulihan tersebut berkaitan dengan pemulihan hati dan iman Naaman. Pada awalnya Naaman tidak bersedia untuk melakukan perintah nabi Elisa, karena ia merasa terhina dan tidak diperlakukan dengan hormat seperti biasanya ia diperlakukan orang-orang di sekitarnya. Akan tetapi, para pegawainya dengan rendah hati mengingatkan dan membujuk Naaman untuk melakukan apa yang diperintahkan nabi Elisa. Pernyataan pegawainya ini sangat lembut namun dapat menggerakkan hati (ayat 13). Naaman mendengarkan para pegawainya yang posisinya lebih rendah dari padanya. Tentu sikap ini adalah juga suatu bentuk kerendahan hati. Hati Naaman mulai terubahkan. Kemudian semakin terubahkan ketika Naaman bersedia “turun” ke sungai untuk mandi sebanyak tujuh kali. Syukur kepada Allah, bahwa Naaman akhirnya mematuhi perkataan Allah melalui nabi Elisa dan memperoleh pemulihan.

Cara pemulihan dan pertolongan yang disediakan Allah tampak tidak terduga, bahkan dari kisah Naaman ini, cara pemulihannya tampak sangat sederhana, bahwa ia hanya perlu mandi di sungai Yordan sebanyak tujuh kali. Sebagai manusia, terkadang kita memiliki ekspektasi atau perkiraan pribadi tentang bagaimana Allah bekerja. Akan tetapi, melalui kisah ini, nyatalah bahwa karya pemulihan Allah tidak selalu tampak seperti yang diharapkan manusia, namun pemulihan-Nya adalah pasti. Melalui hal-hal sederhana, hal-hal yang tidak terduga, bahkan juga melalui orang-orang di sekitar yang sering kali tidak diperhatikan, justru di sanalah Allah sedang bekerja untuk memulihkan umatnya. Memulihkan bukan hanya pemulihan fisik, namun juga pemulihan hati, relasi, dan iman.

POKOK PIKIRAN
1. Naaman mendapatkan pemulihan bukan saja terkait dengan pemulihan fisik, namun juga pemulihan iman. Semula angkuh dan meragukan jalan proses pemulihan Tuhan, yang dilakukan melalui Nabi Elisa, kini menjadi merendahkan hati dan percaya pada jalan pemulihan Allah yang terkadang tidak sesuai dengan ekspektasi manusia.

2. Pertolongan Tuhan sering kali tidak terduga datangnya. Gadis pelayan dari Istri Naaman dan para pegawai Naaman yang dapat dikatakan status sosialnya rendah pada zaman itu, justru mereka adalah penjembatanan atas jalan pemulihan Tuhan bagi Naaman. Mereka beriman kepada Tuhan dan menolong Naaman untuk memperoleh pemulihan. Tata cara mandi di Sungai Yordan sebagai bentuk pembersihan juga merupakan bentuk pertolongan dan pemulihan yang tidak terduga, seperti halnya Naaman yang sama sekali tidak menduga bahwa pemulihannya dapat terjadi dengan cara mandi di Sungai Yordan.

3. Pemulihan yang didapatkan bukan berdasarkan banyaknya hal materi yang diberikan. Akan tetapi, tentang kesungguhan diri untuk percaya pada Allah yang adalah sumber pengharapan dan kekuatan kita.(GKS)






Daftar Label dari Kategori Renungan GKP 2022





NEXT:
Renungan GKP Minggu, 10 JULI 2022 - Dipulihkan untuk Memuliakan Allah - Ulangan 30:1-10 - MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA



PREV:
Renungan GKP Minggu, 26 JUNI 2022 - Jangan Undur, Tuhan Masih Memakaimu - 1 Raja-raja 19:9-18 - MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA

Arsip Renungan GKP 2022..

Register   Login