gkp.lagu-gereja.com

Renungan GKP 2022
Minggu, 26 JUNI 2022
Renungan GKP Minggu, 26 JUNI 2022 - Jangan Undur, Tuhan Masih Memakaimu - 1 Raja-raja 19:9-18 - MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA
#tag:

MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 26 JUNI 2022
Pembacaan Alkitab : 1 Raja-raja 19:9-18
Nas Pembimbing : 1 Korintus 10 : 13
Mazmur 16
Pokok Pikiran Dimerdekakan untuk bekerja bagi Tuhan
Nyanyian Tema PKJ 154

Pokok Doa :
1. Pelaksanaan Sidang Sinode XXIX GKPTahun 2022 (tanggal 12-15 Juli)
2. Panitia pelaksana Sidang Sinode XXIX GKP
3. Organ Yayasan Perguruan Tinggi Maranatha unsur Gereja Kristen Pasundan
Warna Liturgis Hijau

1 Raja-raja 19:9-18
19:9 Sup lebet ka hiji guha terus kulem. Geus kitu PANGERAN ngagentraan ka anjeunna, "Elias, keur naon di dieu?"
19:10 Waler Elias, "Nun GUSTI Allah Anu Maha Kawasa, abdi kumureb ka Gusti teh dugi ka kieu, teu aya deui anu dikawulaan mung Gusti. Dupi urang Israil parantos ingkar tina jangji ka Gusti, altar-altar Gusti diruntuh-runtuhkeun, nabi-nabi Gusti diparaehan, mung kantun abdi anu hirup keneh, kitu ge diarah-arah!"
19:11 Timbalan PANGERAN, "Geura bijil, marek ka Kami di puncak ieu gunung." Lar PANGERAN ngalangkung bari ngabijilkeun angin gede pisan, nepi ka gunung-gunung rarempu, cadas-cadas aroyag, tapi PANGERAN teu aya dina eta angin. Angin rerep, riyeg aya lini, tapi PANGERAN teu aya dina eta lini.
19:12 Lini eureun, gur aya seuneu, tapi PANGERAN teu aya dina eta seuneu. Seuneu pepes, tuluy aya soara leuleuy sada harewos.
19:13 Barang ngadangu eta soara, Elias ka luar bari meungpeunan raray ku harudum, tuluy ngadeg dina sungut guha. Ngong aya gentra, "Elias, keur naon di dieu?"
19:14 Elias ngawaler, "Nun GUSTI Allah Anu Maha Kawasa, abdi kumureb ka Gusti teh dugi ka kieu, teu aya deui anu dikawulaan mung Gusti. Dupi urang Israil parantos ingkar tina jangji ka Gusti, altar-altar Gusti diruntuh-runtuhkeun, nabi-nabi Gusti diparaehan, mung kantun abdi anu hirup keneh, kitu ge diarah-arah!"
19:15 Timbalan PANGERAN, "Balik deui ka jalan urut tadi nyorang tanah gurun anu ka Damsik. Lamun geus aya di kota, maneh kudu ngaminyakan Hasael, jadikeun raja Siria,
19:16 ngaminyakan Yehu bin Nimsi, jadikeun raja Israil, jeung ngaminyakan Elisa anak Sapat ti Abel Mehola, jadikeun nabi gaganti maneh.
19:17 Ari geus kitu, anu luput tina pedang Hasael tangtu beunang ku pedang Yehu; anu luput tina pedang Yehu, tangtu tiwas ku Elisa.
19:18 Urang Israil ku Kami ngan rek disesakeun tujuh rebu urang anu hirup, nya eta anu saratia ka Kami, anu henteu kungsi sujud ka arca Baal, atawa nyium ka eta."

Allah menyatakan diri di gunung Horeb
19:9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" 19:10 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." 19:11 Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. 19:12 Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. 19:13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" 19:14 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." 19:15 Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. 19:16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau. 19:17 Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa. 19:18 Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."

Jangan Undur, Tuhan Masih Memakaimu

PENDAHULUAN
Ada kata yang menarik dalam bahasa Indonesia, yaitu kata sabotase. Kata ini berasal dari bahasa Perancis Sabot, yang merupakan sepatu kayu dan kerap dipakai oleh petani dan orang miskin. Ada mitos yang mengatakan, para pekerja kasar dalam revolusi industri di Perancis, membuang sepatu mereka ke mesin-mesin pabrik sehingga mesin-mesin itu berhenti bekerja. Hal ini dilakukan sebagai protes atas ketidakadilan yang dialami oleh para pekerja kasar itu. Dalam bahasa Indonesia, sabotase dapat diartikan sebagai usaha sengaja untuk menggagalkan dengan cara merusak, menghancurkan atau merugikan pihak tertentu. Dalam dunia kerja, sabotase dilakukan juga dengan melakukan mogok kerja. Itu adalah cara yang dipakai buruh atau pekerja untuk menguatkan tuntutannya. Mogok kerja yang dilanjutkan dengan demonstrasi banyak terjadi di Indonesia juga mancanegara. Kadang kala sabotase juga terjadi dalam pelayanan Gereja. Ketika kita kecewa, kita kurang dihargai dan didengarkan, kita merasakan ketidakadilan, tidak jarang kita berhenti bahkan undur dari pelayanan. Roda pelayanan menjadi mogok. Tidak ada lagi kerinduan dan semangat.

PENJELASAN BAHAN
Rupanya, tidak hanya buruh yang bisa melakukan mogok kerja sebagai respons ketidakpuasan yang dialaminya, dalam kisah ini, Elia sebagai seorang Nabi Allah juga tengah “mogok kerja”. Sikap Elia ini merupakan ekspresi Elia atas dua hal:
• Rasa takutnya akan ancaman Izebel yang akan membunuhnya. Elia bersembunyi di padang gurun yang sunyi.
• Rasa frustrasi Elia karena sekalipun Elia telah bekerja dengan giat bahkan dengan keras, namun Saudara sebangsanya kurang menerima pemberitaannya sebagai Nabi, bahkan memilih untuk meninggalkan Allah

Dalam situasi demikian, Allah mengajukan pertanyaan yang mengejutkan. Allah berkata kepada Elia : “apa kerjamu di sini, hai Elia?” melalui pertanyaan ini, Allah tentu saja tidak membenarkan sikap Elia yang lari dari tanggung jawab kenabiannya. Elia harus menuntaskan tugas kenabiannya yang memang belum selesai. Allah menyemangati Elia dengan mengungkapkan bahwa tidak semua orang Israel telah meninggalkan Allah. Masih ada ribuan orang yang masih setia,. Pemurnian atas Israel akan dilakukan Allah dengan memakai Hazael dan Yehu. Mereka berdua akan menjadi raja Aram dan Nabi Elia harus mengurapi mereka. Selanjutnya Elia juga harus mengurapi Elisa sebagai Nabi menggantikan dirinya.

Setelah mendapatkan semangat kembali dan mendengar perintah Allah kepadanya, Elia lalu meninggalkan padang gurun dan mulai melanjutkan pekerjaannya. Satu persatu tugas dari Allah dikerjakannya. Pertama-tama Elia mengurapi Elisa sebagai Nabi. Elisa adalah seorang petani. Elia mendapatinya ketika Elisa sedang membajak. Elisa lalu menyembelih lembulembu yang digunakannya untuk membajak. Dengan masakan lembu itu, Elisa mengadakan semacam pesta perpisahan karena selanjutnya dia akan pergi mengikuti Elia sebagai Nabi. Sebagai anak yang berbakti, Elisa berpamitan kepada orang tuanya. Totalitas dalam mengemban tugas sebagai Nabi juga dinyatakan ketika Elisa meninggalkan semua pegawainya dan semua alat kerjanya sebagai petani.

Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa sebagai simbol penyerahan kuasa dan kewenangannya. Elisa memang baru melakukan tanggung jawabnya sebagai Nabi, setelah Allah mengangkat Elia ke Sorga. Dengan jubah pemberian Elia ini, Elisa membelah sungai Yordan. Elisa lalu kembali ke Yerikho untuk memulai tugas sebagai Nabi Allah.

POKOK PIKIRAN
1. Allah memiliki rencana dalam setiap pelayanan yang kita kerjakan. Tugas pelayanan yang kita lakukan berasal dari Allah, mandat dari Allah dan harus setia dilaksanakan selama Allah berkehendak untuk kita melaksanakannya.
2. Mungkin kita jenuh dengan tugas panggilan pelayanan kita. Namun titik berhenti, bukanlah ada pada keputusan kita. Jika situasi dan kondisi pelayanan kita, tidak seperti harapan, maka bertahanlah. Datanglah dalam doa agar Tuhan untuk menguatkan hati kita. Tuhan ingin kita setia menuntaskan pelayanan sampai akhir.
3. Kita harus bekerja keras memperjuangkan misi dan rencana Tuhan melalui totalitas dalam pemberian diri. Kita melayani kehendak dan rencana Tuhan. (HPH)






Daftar Label dari Kategori Renungan GKP 2022





NEXT:
Renungan GKP Minggu, 3 JULI 2022 - Tak Terduga Pemulihan-Nya - 2 Raja-raja 5:1-14 - MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA



PREV:
* Renungan GKP Minggu, 24 JULI 2022 - Demi Kasih, Kebenaran Dan Keadilan - Kejadian 18:16-33 - MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA

Arsip Renungan GKP 2022..

Register   Login