gkp.lagu-gereja.com

Renungan GKP 2022
Minggu, 20 Maret 2022
Renungan GKP Minggu, 20 Maret 2022 - 1 Korintus 10:1-13 - MINGGU PRAPASKAH III
#tag:

Pembacaan Alkitab: 1 Korintus 10:1-13
Nas Pembimbing:  1 Korintus 10:6
Mazmur 63
Pokok Pikiran Bertobat, berubah, dan berbuah
Nyanyian Tema NKB 122
Pokok Doa
1. Badan Pelaksana Klasis GKP Wilayah Bekasi
2. Tenaga Kesehatan di RS Immanuel, RS Bayukarta, RS Ridogalih dan Klinik Silih Asih (Hari Perawat Nasional 17 Maret)
3. Akses memperoleh air bersih yang berkeadilan (Hari Air Dunia 22 Maret)

Warna Liturgis: Ungu

Hidup Sesuai Kehendak-Nya

PENDAHULUAN
Menjadi pengikut Kristus tidak mudah dalam praktik. Kita kerap menjadi sombong ketika kita mengalami anugerah Tuhan dan merendahkan orang lain yang tidak mendapatkannya. Kita mesti terus membangun kesadaran bahwa setiap kita adalah manusia yang lemah dan rapuh. Allah sendirilah yang menampukkan kita. Bahkan, di tengah godaan dan tantangan dalam bentuk apa pun semestinya kita berperangai laksana Kristus Yesus, Tuhan kita.

PENJELASAN BAHAN

Jemaat Korintus berada di kota Korintus yang memiliki pelabuhan dan sarat dengan kepelbagaian budaya. Masyarakat yang tinggal di sana menyembah dewa dan dewi. Garis besar pasal 8-10 berisi keingintahuan orang-orang Korintus, apakah boleh memakan makanan yang dipersembahkan kepada dewa-dewi berhala. Respons Rasul Paulus ialah menitikberatkan pada sikap yang seharusnya sebagai orang Kristen: Menyembah Allah dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

Jemaat Korintus merupakan orang-orang yang membanggakan pengetahuan, kecakapan, serta sumber daya mereka sendiri. Namun, ada bahaya di balik itu semua yaitu kesombongan, sehingga Rasul Paulus memberikan peringatan. Isu memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala telah memecah belah jemaat. Beberapa dari mereka menyatakan bahwa makan dari persembahan tidaklah salah, sementara yang lain menyatakan bahwa hal itu adalah tindakan keliru. Namun, pada akhirnya Paulus berpendapat bahwa memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala berbahaya bagi semua orang. Dia mengambil contoh orang Israel selama perjalanan mereka dari Sinai ke tanah perjanjian. Paulus menyimpulkan bahwa jemaat Korintus supaya “jauhilah penyembahan berhala!” (10:14).

Rasul Paulus menguraikan suratnya dengan memberikan gambaran tradisi yang diwarisi yaitu Israel yang melakukan perjalanan di padang pasir saat nenek moyang mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Allah menunjukkan karya penyelamatan-Nya dengan membelah laut sehingga mereka dapat berjalan melintasinya. Hal ini dimaknai sebagai baptisan yang disamakan maknanya dengan pasal 12:13 Sebab dalam satu Roh … telah dibaptis .. dari satu Roh.

Dalam perjalanan orang-orang Israel, mereka menerima makanan rohani yang sama dalam karunia surgawi berupa roti dari surga (Kel. 16:14-18). Mereka semua meminum minuman rohani yang sama ketika air mengalir dari batu (Kel. 17:6; Bil. 20:7-11; Mazmur 78:15-16). Sebagaimana Manna, pemberian air itu bukanlah satu-satunya peristiwa. Paulus, seperti yang akan dilakukan para rabi di kemudian hari, berpendapat bahwa orang Israel terus minum karena batu karang rohani mengikuti mereka (10:3-4). Ia mengetahui tradisi Yahudi bahwa Hikmat mengarahkan peristiwa keluaran dan karenanya ia mengidentifikasi Kristus sebagai Hikmat Allah (1:24) dan "batu karang itu adalah Kristus" (10:4). Namun, tidak dipungkiri realitas yang menyedihkan yakni kematian di padang gurun (10:5).

Selanjutnya Paulus memaparkan suratnya di ayat 6-13. Pengalaman nenek moyang orangorang Israel dalam pola perilaku inilah yang kemudian harus dihindari orang-orang Korintus. Jemaat telah menerima baptisan, makanan, dan minuman rohani. Meskipun demikian, mereka menghadapi godaan. Paulus berupaya untuk memaparkan maksudnya melalui peringatan.

a. Paulus memperingatkan agar tidak menginginkan hal-hal yang jahat (10:6). Kata "keinginan" merujuk pada keinginan beberapa orang Israel akan daging yang mengakibatkan kematian dan kuburan bagi mereka yang bernafsu rakus (Bil. 11:4-35). Keinginan yang salah berdampak pada kematian.

b. Paulus memperingatkan terhadap penyembahan berhala (10:7). Dia mengutip Keluaran 32:6, sebuah ayat yang merangkum perilaku orang Israel yang membuat anak lembu emas. Meskipun mereka telah menerima makanan dan minuman rohani, tetapi mereka meragukan kesetiaan Tuhan dan mulai makan dan minum sambil menyembah berhala.

c. Paulus memperingatkan terhadap a-moralitas (10:8), mengingatkan orang-orang Korintus tentang penghakiman Allah terhadap para lelaki Israel yang berzina dengan perempuan Moab. Orang-orang ini melibatkan diri dalam pengorbanan untuk berhala mereka dan makan dari pengorbanan (Bil. 25:1-9).

d. Paulus memperingatkan agar tidak menguji Allah (10:9). Ketika orang Israel menguji kesabaran Tuhan dengan mengeluh - sekali lagi - bahwa mereka tidak memiliki roti dan air, ular yang mematikan menggigit dan membunuh mereka dalam jumlah yang banyak (Bil. 21:4-6).

e. Paulus memperingatkan agar tidak menggerutu (10:10). Mengeluh dan menggerutu tentang makanan dan minuman (Kel. 15:24; 16:2-8; 17:3; Bil. 11:1-6) atau kepemimpinan (Bil. 14:2-36; 16:11, 41; 17:5) menjadi karakter orang Israel di sepanjang perjalanan mereka, yang menyebabkan kematian banyak orang.

Kemudian ayat 11-13 Paulus memperingatkan bagaimana semestinya hidup mereka sebagai orang yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Ketika mereka menghadapi berbagai pencobaan, Tuhan akan memberikan jalan keluar, menguatkan dan memperlengkapi mereka untuk menanggungnya.

POKOK PIKIRAN
1. Catatan pengalaman leluhur orang Israel yang mengalami karya keselamatan Tuhan melalui peristiwa keluaran, mereka berupaya untuk bertindak dengan cara mereka sendiri

2. Jemaat Korintus yang merefleksikan pengalaman iman mereka dengan berkaca dari pengalam leluhur orang Israel, agar mereka dapat hidup seturut dengan kehendak Tuhan yang senantiasa menolong mereka.

3. Realita yang dihadapi orang Kristen yakni godaan dan tantangan yang kerap menjauhkan diri dari relasinya dengan Tuhan, semestinya tetap berpaut pada Tuhan. Sebagaimana Minggu Pra-Paskah III dimaknai dengan menghadirkan pertobatan, perubahan, dan buah yang dihasilkan. Semuanya didasari dalam relasi yang intim dengan Tuhan dan hidup seturut dengan kehendak Tuhan. (TMG)

BACAAN LEBIH LANJUT:
Alkitab Edisi Studi, 1 Korintus, hlm. 1864-1865, 1874

//www.workingpreacher.org/commentaries/revised-common-lectionary/third-sundayin-lent-3/commentary-on-1-corinthians-101-13-4
https://www.workingpreacher.org/commentaries/revised-common-lectionary/third-sundayin-lent-3/commentary-on-1-corinthians-101-13-


1 Korintus 10:1-13
10:1 Inget dulur-dulur, kajadian anu keuna ka karuhun urang waktu maranehna nuturkeun Musa. Maranehna dijaga ku mega, salamet meuntasan Laut Beureum.
10:2 Pikeun jadi umat asuheun Musa maranehna dibaptis di jero mega jeung di jero laut.
10:3 Dalaharna kabeh sarua, roti rohani,
10:4 ngarinumna kabeh sarua, inuman rohani anu bijil tina batu karang rohani, anu ngabarengan maranehna sapanjang jalan. Eta batu karang rohani teh Kristus ku anjeun.
10:5 Tapi sanajan kitu, kalolobaanana mah maranehna teh ngalantarankeun Allah teu senang manah-Na. Balukarna maranehna tinggolepak maraot, mayit-mayitna balatak bacacar di gurun keusik.
10:6 Eta kabeh jieun pieunteungeun, ulah mikahayang hal-hal anu matak doraka cara maranehanana,
10:7 ulah nyarembah brahala kawas sabagian maranehanana. Kitab Suci nyebutkeun, "Eta jelema-jelema dariuk dahar nginum, tuluy marotah marabok inuman jeung igel-igelan."
10:8 Ulah nyieun kalakuan aeb kawas sabagian maranehanana, balukarna dua puluh tilu rebu urang ti maranehanana maraot di jero sapoe.
10:9 Urang ulah ngadoja ka Pangeran kawas sabagian maranehanana, balukarna maranehanana maraot dipacok oray.
10:10 Urang ulah gegelendeng ka Pangeran kawas sabagian maranehanana, balukarna maranehanana dibasmi ku Malaikat Maot.
10:11 Eta kajadian-kajadian anu keuna ka maranehanana teh pikeun conto ka nu sejen, mepelingan ka urang anu hirup dina jaman ahir.
10:12 Ulah rasa maneh geus nangtung ajeg. Anu boga rasa kitu kudu ati-ati bisi tigubrag.
10:13 Unggal cocoba anu kasorang ku aranjeun kabeh oge jamak kaalaman ku sarerea. Tapi Allah anu tigin kana jangji-Na, moal ngantep aranjeun meunang cocoba leuwih tina kakuatan. Satiap aranjeun meunang cocoba, ku Mantenna dipaparin kakuatan jeung jalan kaluarna.
-----------------------------------------

Israel sebagai suatu peringatan
10:1 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 10:3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. 10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, 10:7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria." 10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 10:9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.






Daftar Label dari Kategori Renungan GKP 2022





NEXT:
Renungan GKP Minggu, 19 JUNI 2022 - Boleh Menyerah! - 1 Raja-raja 19:1-8 - MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA



PREV:
Renungan GKP Minggu, 6 Maret 2022 - Roma 10:4-15 - MINGGU PRAPASKAH I

Arsip Renungan GKP 2022..

Register   Login